Home

FaceBook Show

LINK TERKAIT

Home

PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PEMBUDIDAYA

PDFCetakSurel

Ditulis oleh Adminstrator Selasa, 21 Oktober 2014 02:09

PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN-PERIKANAN BUDIDAYA (PUMP-PB) KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN ANGGARAN 2014

DI KABUPATEN TANAH BUMBU

GUNUNG TINGGI, 20 OKTOBER 2014 (HALAMAN KANTOR BUPATI KABUPATEN TANAH BUMBU)

(Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan SK No. 61/Per-DJPB/2014 tentang Pedoman Teknis Pengembangan Usaha Mina Pedesaan  Perikanan Budidaya Tahun 2014)

PENERIMA BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) PUMP-PB TA. 2014 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN :

 

NO

NAMA POKDAKAN

KETUA

DANA BLM (PUMP)

ALAMAT

DESA

KECAMATAN

1

BINA INSAN BERSAMA II

RAHMAT SUDARLI ARDI

35.000.000,-

Sumber Makmur

Satui

2

MAJU BERSAMA

HASYIM

35.000.000,-

Batu Meranti

Sungai Loban

3

ARWANA II

ARAHMAN

35.000.000,-

Tri Martani

Sungai Loban

4

JAYA BERSAMA

SUMINO

35.000.000,-

Ringkit

Kuranji

5

MINA TANI

PURNOMO

35.000.000,-

Karang Sari

Kusan Hulu

6

AKAR RUMPUT

ASPIANOUR

35.000.000,-

Satiung

Kusan Hilir

7

POLEWALI

KAHARUDIN

35.000.000,-

Kampung Baru

Kusan Hilir

8

SUKA MAJU

YASIMO

35.000.000,-

Batulicin Irigasi

Karang Bintang

9

MAJU BERSAMA

SEGER FENDI ROCHMAN

35.000.000,-

Madu Retno

Karang Bintang

JUMLAH

315.000.000,-

 

 

 

TENTANG PUMP

PDFCetakSurel

Ditulis oleh Adminstrator Selasa, 21 Oktober 2014 02:46

Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menghendaki Indonesia menjadi produsen produk perikanan terbesar pada tahun 2015, maka Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mencanangkan program peningkatan produksi dari 4,7 Juta Ton pada tahun 2009 menjadi 16,8 Juta Ton pada tahun 2014 atau meningkat 353 % selama lima tahun.

Kemudian sesuai dengan misi Kelautan dan Perikanan yang ingin mensejahterakan masyarakatnya khususnya pembudidaya ikan, maka pada tahun 2011 dicanangkan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya. Kegiatan ini dilaksanakan karena dilatarbelakangi bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat pembudidaya ikan masih tergolong miskin.

Pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dan sentra-sentra perikanan merupakan salah satu fokus dalam pelaksanaan pembangunan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 32,53 juta jiwa. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah masyarakat kelautan dan perikanan. Kemiskinan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.

Pembangunan ekonomi nasional berbasis kelautan dan perikanan secara langsung maupun tidak langsung dilaksanakan untuk percepatan pengentasan kemiskinan.  Permasalahan mendasar adalah kualitas masyarakat kelautan dan perikanan yang masih rendah yang menyebabkan kemiskinan adalah kurangnya akses permodalan, pasar dan teknologi, perlindungan sosial tidak memiliki aset sebagai modal aktif serta lemahnya kelembagaan pembudidaya ikan.

Upaya penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan kesepakatan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai tahun 2009 telah melaksanakan program Pengembangan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan dibawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan di sektor kelautan dan perikanan selanjutnya direncanakan dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya Tahun 2011 dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi dan produktivitas usaha perikanan skala mikro.

PNPM Mandiri KP merupakan upaya kegiatan pemberdayaan diantaranya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pembudidaya ikan dalam wadah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Pokdakan merupakan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan pelaksana PUMP-PB untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUMP-PB, Pokdakan didampingi oleh Tenaga Pendamping (Penyuluh atau PPTK) serta peningkatan ketrampilan. Melalui pelaksanaan PUMP-PB diharapkan Pokdakan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola pembudidaya ikan.

Untuk mencapai tujuan PUMP-PB, yaitu medorong peningkatan produksi, menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di perdesaan, PUMP-PB dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan KKP maupun Kementerian/Lembaga lain di bawah payung program PNPM Mandiri. Disamping itu, program PUMP-PB diupayakan juga dapat mendukung kegiatan pembangunan kawasan minapolitan khususnya minapolitan perikanan budidaya.

Dengan demikian kegiatan PUMP-PB diharapkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target produksi perikanan budidaya serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan pada tahun 2011 dan tahun-tahun berikutnya.

Tujuan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya adalah :

  1. Mendorong upaya peningkatan produksi, nilai tambah komoditas dan tumbuhnya wirausaha baru dibidang perikanan budidaya.
  2. Untuk meningkatkan kemampuan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan secara berkelanjutan melalui pengembangan wirausaha dibidang perikanan budidaya.
  3. Meningkatkan fungsi kelembagaan kelompok pembudidaya ikan yang kuat serta membangun jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam akses permodalan usaha perikanan budidaya.

Sasaran Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Budidaya adalah :

  1. Berkembangnya kelompok usaha perikanan budidaya yang mapan, kuat dan mandiri.
  2. Terjangkaunya 300 kabupaten/kota di 33 propinsi sebagi kawasan potensial pengembangan perikanan budidaya.
  3. Tumbuhnya wirausaha baru dibidang perikanan budidaya.

Indikator keberhasilan output antara lain:

  1. Tersalurkannya anggaran APBN melalui Satker Direktorat Usaha Perikanan Budidaya untuk BLM kepada kelompok pembudidaya ikan di 300 kabupaten/kota di 33 propinsi.
  2. Kontribusi peningkatan produksi dari PUMP-PB terhadap total target produksi perikanan budidaya.
  3. Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kelembagaan Pokdakan melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan.
  4. Termanfaatkannya BLM untuk mengembangkan usaha budidaya ikan di perdesaan.

Sedangkan indikator outcome antara lain :

  1. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan serta penumbuhan wirausaha baru perikanan budidaya di perdesaan.
  2. Tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja sekitar 20.000 pembudiaya ikan, mengurangi kemiskinan dan meningkatnya ketahanan pangan di perdesaan.
  3. Bertambahnya masyarakat menjadi pelaku usaha pembudidayaan ikan dan usaha ekonomi ikutan lainnya
 
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>