Home

Phoca Facebook Comments

Share on Myspace
Home Selayang Pandang Strategi dan Kebijakan

Strategi dan Kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan

PDFCetakSurel

Kebijakan pembangunan sektor kelautan perikanan Kabupaten Tanah Bumbu didasarkan pada pendekatan pembangunan yang diarahkan agar mampu memainkan peranan utama dalam perbaikan perekonomian daerah, dalam arti dapat memposisikan sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah dan membudayakan masyarakat pembudidaya ikan/nelayan agar mampu mandiri dalam melaksanakan usahanya yang meliputi ;

1. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Aparatur dan Masyarakat Perikanan)

2. Pengembangan teknologi budidaya perikanan, teknologi penangkapan ikan dan teknologi pengolahan hasil perikanan

3. Peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan

4. Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana kelautan dan perikanan

Strategi pembangunan kelautan perikanan Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kemampuan SDM Kelautan Perikanan

Pengembangan sumberdaya manusia pada sektor perikanan dan kelautan ditujukan tidak saja kepada pembudidaya ikan/nelayan atau masyarakat perikanan pada umumnya, tetapi juga termasuk pada aparat-aparat pembina perikanan dan kelautan itu sendiri.

Pengembangan sumberdaya yang dilakukan, tidak hanya mencakup aspek teknis, seperti penciptaan Iptek, manajemen atau peningkatan keterampilan dan produktivitas, tetapi mencakup juga aspek yang lebih mendasar, yaitu peningkatan harkat, martabat dan kepercayaan terhadap diri sendiri, kemampuan berwira swasta serta tanggung jawab baik sebagai anggota keluarga, warga masyarakat ataupun pribadi mandiri.

Oleh karena itu pembinaan terhadap pembudiya ikan/nelayan tidak hanya ditujukan kepada fungsi mereka sebagai faktor produksi atau tenaga kerja, tetapi juga kepada fungsi mereka sebagai sumberdaya insani yang memerlukan keseimbangan kesejahtraan rohani dan jasmani.

Sedangkan terhadap aparat pembina diharapkan akan tetap mau dan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan sesuai perkembangan yang terjadi melalui berbagai kesempatan baik dalam negeri maupun di luar negeri.

2. Memanfaatkan Sumberdaya Kelautan Perikanan Secara Optimal, Efisien dan Berkelanjutan (Suistainable)

Potensi lahan kelautan dan perikanan di Tanah Bumbu cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan secara optimal tanpa mengganggu kelestariannya dengan tingkat efektifitasmelalui usaha ekstensifikasi, identifikasi, diverifikasi dan rehabilitasiserta dengan menggunakan teknologi tepat guna dan memberikan prioritas utama terhadap komoditas ekonomis penting serta komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Disamping itu usaha pemgembangan kelautan perikanan juga memungkinkan untuk ekstensifikasi dengan mendorong kearah penagkapan jarak jauh serta pengembangan usaha budidaya laut pada lokasi potensial

Dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan tetap berorientasi pada pembangunan perikanan yang ramah lingkungan serta mengutamakan kelestarian sumberdaya hayati. Selain itu juga perlu diarahkan untuk pencapaian produktifitas yang optimal, pemanfaatan secara rasional, peningkatan pendapatan serta pembangunan struktur usaha yang seimbang antara usaha skala besar maupun usaha kecil.

3. Meningkatkan Mutu Hasil Perikanan

Pembangunan kelautan dan perikanan merupakan salah satu kegiatan yang ekonomis dan mempunyai nilai strategis dan sangat prospektif. Hal ini mengingat kecendrungan semakin meningkatnya permintaan dunia akan produk hasil perikanan

Sehubungan dengan meningkatnya permintaan tersebut maka selain pencapaian target produksi, upaya peningkatan pengawasan mutu hasil perikanan juga merupakan faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi. Langkah-langkah yang ditempuh oleh Dinas adalah penanganan dan pengolahan pasca panen yang dilaksanakan oleh petani ikan sesuai anjuran teknis serta peningkatan teknologi dan pemrosesan produk. Peningkatan akses pasar yang tidak hanya lokal tetapi juga nasional bahkan internasional (distribusi ekspor) sesuai dengan jenis komoditas yang diusahakan dan diperlukan pasar.

4. Meningkatkan Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam perlu dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan-peraturan di bidang kelautan dan perikanan lebih mengarah dalam upaya menjaga kelestarian sumberdaya kelautan perikanan, agar pelaksanaan sejalan dengan peraturan yang berlaku perlu adanya pengawasan dan pengendalian di lapangan.

Dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian sebagai upaya penegakan peraturan di bidang kelautan dan perikanan, perlu didahului oleh pembinaan dan sosialisasi tentang hukum kepada pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan khususnya pembudidaya ikan dan nelayan serta masyarakat pada umumnya.

Untuk lebih mengoptimalkan pengawasan, akan dilakukan pembinaan sistem pengawasan mandiri oleh masyarakat melalui penggalangan SISWASMAS (Sistem Pengawasan Masyarakat) dan POKWASMAS (Kelompok Pengawas Masyarakat).

5. Merehabilitasi Ekosistem Habitat pesisir, Laut, dan Perairan Umum

Potensi lahan kelautan dan perikanan Kabupaten Tanah Bumbu cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal tanpa menggangu lingkungannya dengan mengutamakan kelestarian sumberdaya hayati. Dilakukan peningkatan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan dengan cara Penanaman mangrove (pohon bakau) di wilayah pesisir yang mengalami abrasi.

6. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Dalam Rangka Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Perikanan

Dalam rangka peningkatan pengembangan kegiatan usaha kelautan perikanan yang turut berpengaruh terhadap pemasaran. Pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi prasarana serta peningkatan sarana menjadi hal yang utama dalam rangka pemanfaatan sumberdaya kelautan perikanan.

Diantara fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Batulicin sudah dibangunnya Cold Storage untuk memperlancar kegiatan produksi, pengolahan dan pemasaran sekaligus pula dijadikan sebagai sentra pengembangan masyarakat kelautan dan perikanan. Begitu juga dengan Balai Benih Udang Galah (BBUG) Pulau Salak yang nantinya akan menjadi sentra penyedia benih udang galah akan terus dikembangkan dan juga dengan adanya Sentra Pengolahan yang ada di Pagatan dapat meningkatkan penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu (PMMT) pada masyarakat pengolah hasil-hasil kelautan dan perikanan.

7. Menciptakan Lapangan Kerja Baru Di Bidang Usaha Kelautan Perikanan

Adanya pertambahan penduduk dari tahun ke tahun akan mengakibatkan semakin sempitnya lahan pekerjaan di segala sektor. Dan selaras dengan komitmen Kabupaten Tanah Bumbu untuk menanggulangi penganguran maka Pembangunan Infrastruktur pada sektor Kelautan Perikanan sangat mendukung dalam menciptakan lapangan kerja baru.

8. Memberdayakan Sosial Ekonomi Masyarakat Kelautan Perikanan

Dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang sangat tertinggal atau mempunyai pendapatan yang relative rendah dan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki strata sosial terendah.

Oleh karena itu Dana Penguatan Modal Perikanan adalah salah satu langkah awal dalam rangka peningkatan sosial ekonomi masyarakat kelautan perikanan.

9. Mengembangkan dan Memperkuat Sistem Informasi Kelautan Perikanan

Pengetahuan, Penguasaan dan Penerapan Teknologi terhadap masyarakat perikanan umumnya terbatas, oleh karena itulah peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan dalam hal ini sebagai media dalam mengembangkan dan memperkuat sistem informasi yang berguna dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, inovasi dan motivasi masyarakat perikanan, terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.